OBESITAS PERLU PERHATIAN KHUSUS

Prevalensi obesitas meningkat secara cepat berkaitan dengan perubahangayahidup dan pola makan. Obesitas merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian khusus, karena berkaitan dengan berbagai faktor resiko  penyakit seperti diabetes atau pun kardiovaskuler dan meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Demikian diungkapkan oleh Dr. Cornelia Wahyu Danawati, Sp.PD, Ph.D., dalam Dialog Interaktif “Gemuk Cantik dan Sehat” yang diselenggarakan Yayasan Kuçala, Sabtu 10 Desember 2011 di Gedung Auditorium  LPP Yogyakarta.

Lebih lanjut dikatakan, obesitas merupakan faktor resiko terjadinya diabetes. Resiko relatif berkembangnya obesitas menjadi diabetes adalah 12,7 kali pada wanita dan 5,2 kali pada laki-laki.

Kondisi ini paling tinggi dibanding komorbid lain seperti pada obesitas yang berkembang menjadi hipertensi adalah 4,2 kali pada wanita dan 2,6 kali pada laki-laki, pada kejadian infark miokard adalah 3,2 kali pada wanita dan 1,5 kali pada laki-laki. Cholesterol yang menumpuk di dinding pembuluh darah dapat menimbulkan plaque setiap saat dapat lepas dan dapat menimbulkan sumbatan pembuluh darah koroner yang bisa berakibat serangan jantung dan kematian otot jantung. Selain itu, obesitas, diabetes dan hipertensi secara bersama-sama mengakibatkan suatu sindroma yang disebut metabolic syndroma.

Pembicara lain Martalena Br. Purba, MCN, Ph.D dariKuçalaMedicalCentermenambahkan, untuk mengetahui obesitas atau tidak, kaum wanita perlu kontrol berat badan dan tinggi badan, dan ukur tebal lemak bawah kulit. Penyebab utama obesitas karena gangguan pola makan, tak seimbangnya bahan makanan (bergeser ke arah lemak hampir 50% dan tepung ke bahan yang mudah diserap yaitu gula, sedang faktor genetik 5%). Menurut Martalena, untuk mengatasi obesitas dengan menurunkan berat badan hendaknya menggunakan cara yang aman dan efektif. Pengaturan pola makan harus diubah, antara lain dengan pola makan rendah kalori seimbang zat gizi (rendah kalori, gizi seimbang). Cara ini dapat menurunkan berat badan 0,5 kg per minggu. Juga dianjurkan untuk tetap sarapan, banyak minum, cairan tingkatkan rasa kenyang, banyak serat makanan, lama mengunyah, waktu mengunyah minimal 20 menit. Lebih baik makan beberapa kali dengan porsi kecil. Hindari pula kebiasaan ngemil dan jangan melewatkan waktu makan.

Sedangkan untuk mencegah kegemukan, melakukan pengendalian diri terhadap makan yang tidak mendesak (makan sebelum lapar berhenti sebelum kenyang), isi waktu luang tidak dengan ngemil dan mengurangi suka iseng (mencoba macam-macam makanan di warung makan), berolah raga yang terukur dan teratur  dan mengatasi stress yang menjadi latar belakang ngemil (diantaranya dengan selalu berdoa , serahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: